Cara Kalibrasi Baterai Laptop ThinkPad (dan Laptop Lainnya)
Baterai laptop sudah terisi penuh, kamu berangkat ke cafe dan mulai bekerja. Tidak sampai 40 menit baterai sudah tinggal 30% dan 10 menit kemudian tinggal 10%, kamu kemudian tutup laptop dan pulang, dan browsing berapa harga baterai pengganti.
Di sebagian kasus, baterai kamu memang sudah drop apalagi jika sering kamu bawa keluar atau tidak terhubung dengan charger.
Tapi ada satu kasus lagi yang kamu bisa pertimbangkan dan itu adalah baterai sudah drifting terlalu jauh dan perlu dikalibrasi. Saya menemukan ini terjadi di 2-3 laptop yang saya beli bekas dalam 3 tahun terakhir.
Ini ciri-ciri baterai yang perlu dikalibrasi:
- Drop cukup cepat dan tidak merata. Kamu nonton film tapi 15 menit pertama menguras baterai 30%, sedangkan sisanya menguras lebih lama.
- Baterai masih 50% tapi laptop mati tiba-tiba.
- Baterai sudah menunjukkan 10% tapi ternyata bisa dipakai sampai 2 jam kemudian.
Kebanyakan baterai yang ada di laptop adalah baterai yang pintar, ini berarti baterai memiliki sensor dan sedikit pemrograman (logic) yang menyala terus-menerus. Baterai akan melaporkan kondisi dirinya kepada operating system seperti Windows, dan OS akan melaporkannya kepada kamu.
Tapi proses ini tidak berjalan secara sempurna. Sensor yang ada di baterai tidak dapat menentukan secara akurat 100% berapa kapasitas baterai, yang terjadi adalah sensor di baterai akan mencoba mengukur lewat metode yang tidak 100% akurat, tapi setidaknya lebih baik daripada tidak ada ukuran sama sekali.
Sayangnya adalah seiring waktu ketidakakuratan ini akan terus bertambah besar.
Saya masih ingat kasus ketika T480 yang saya miliki tiba-tiba mati di 40% baterai. Saya kemudian cek baterai health dan Windows melaporkan bahwa kesehatannya masih di 80%. Ketika saya kalibrasi ulang ternyata nilainya menjadi 60%.
Kasus kedua adalah saya membeli X1 Carbon, sang penjual bilang baterai sudah drop, saya minta diskon dan akhirnya deal. Saya coba jajal dan benar saja dari 100% ke 30% drop dalam 1 jam dan saya hanya pakai browsing saja. Tapi sebelum saya beli baterai baru, saya coba sampai benar-benar mati, dan hasilnya adalah laptop bertahan memutar YouTube selama 2 jam penuh di 5% terakhir.
Akhirnya saya kalibrasi ulang dan sekarang menurun lebih perlahan sesuai kapasitas baterainya.
Sensor baterai dapat mengukur dengan cukup akurat ketika kamu mengisi sampai penuh dan lalu mengurasnya sampai mati total. Akan tetapi seperti yang bisa kamu bayangkan, kita jarang melakukan itu. Ketika baterai sudah di 30-40%, biasanya kita charge dan balik lagi ke masalah utama, sensor baterai tidak dapat mengetahui itu dengan sempurna dan dia akan mencatat dengan informasi seadanya yang dia punya.
Lalu bagaimana kalibrasinya?
Jika kamu menggunakan ThinkPad kamu dapat membuka Lenovo Vantage (download dari Microsoft Store), menu baterai lalu battery gauge reset. Proses ini akan berlangsung berjam-jam karena baterai kamu akan diisi penuh, lalu dikuras sampai habis dan lalu diisi lagi.

Saya tidak tahu bagaimana di merek lain, tapi biasanya tersedia di aplikasi bawaan atau di BIOS.
Kamu juga dapat melakukan ini secara manual dengan cara di bawah ini:
- Matikan charge threshold (jika memang menyala), sehingga laptop akan terisi sampai 100%. Beberapa laptop memiliki fitur yang akan berhenti charge sampai 80% untuk menjaga umur baterai.
- Charge laptop sampai dengan 100% dan lalu biarkan terisi terus sampai 1 jam setelahnya.
- Matikan semua auto-sleep, hibernate, critical battery action (otomatis sleep dan hibernate, ketika baterai sudah sangat rendah) dan lalu cabut charger. Pastikan laptop tidak pernah sleep selama proses ini.
- Biarkan laptop menyala sampai baterai habis total dan laptop mati sendiri. Jangan sentuh laptop selama proses ini. Jika layar mati tapi laptop masih nyala, berarti ada fitur yang kamu lupa matikan (mungkin screensaver).
- Charge kembali laptop sampai penuh.
Cara ini efektif karena di titik terendah dan tertinggi voltase dari baterai mudah dibaca oleh sensor dan ini menjadi patokan yang pasti. Sedangkan baterai yang 70% dan 80% memiliki voltase yang stabil sehingga sensor harus menebak-nebak.
FAQ
- Sebelum kamu bahkan bertanya, tidak… jawabannya adalah tidak. Cara ini tidak akan memperbaiki atau menyegarkan baterai kamu. Ini cuma kalibrasi pengukuran baterai. Jika setelah ini baterai kamu bertahan lebih lama, maka berarti aslinya baterai kamu masih oke, pengukurannya saja yang tidak akurat. Kalibrasi membuat pelaporan baterai menjadi akurat.
- Baterai health saya turun/naik setelah kalibrasi! Ini wajar, kalibrasi akan membawa nilai sesungguhnya (tepatnya, mendekati sesungguhnya) dari baterai kamu.
- Berapa sering saya lakukan ini? Mungkin 1 tahun sekali. Saran saya setiap 2 bulan sekali isi laptop kamu sampai 100% dan kemudian pakai dengan baterai saja sampai habis, ini adalah kalibrasi alami.
- Kalau ini cuma me-reset pengukuran apa gunanya? Memang tidak akan membuat baterai lebih baik karena kalibrasi tidak mengubah kondisi baterai. Tapi pikirkan skenario ini. Baterai kamu cepat drop dari 100% ke 20%, tapi di 20% terakhir dapat bertahan lebih lama. Windows dan aplikasi bawaan dari laptop bisa saja mulai menurunkan performa (power-saver) karena mengira baterai kamu sisa 20%, padahal masih 50% aslinya.
- Tanpa aplikasi seperti Lenovo Vantage siapa yang akan menulis nilai kalibrasinya? Nilai hasil kalibrasi ini dipantau dan ditulis langsung oleh baterai pintar kamu, dan disimpan di dalam chip baterai itu sendiri, bukan di aplikasi atau di Windows. Jadi angkanya akan mengikut ke mana pun baterai itu dipasang, dan tool apa pun — Vantage, powercfg, HWiNFO — akan membaca angka yang sama.
Numpang iklan: semua laptop yang dijual oleh PriLuv sudah menjalani proses kalibrasi sehingga, ketika dilaporkan baterai health misalnya 85% maka itu adalah 85% setelah kalibrasi yang relatif akurat.