Panduan Membeli ThinkPad Bekas
Tulisan di bawah saya buat untuk kamu yang berencana membeli ThinkPad bekas.
Saya rajin membeli ThinkPad bekas (sekitar 1-2 unit setiap 1-3 sebulan, selama 10 tahun terakhir), kebanyakan untuk saya koleksi, sebagian untuk saya jadikan bahan kanibal.
Belajar dari pengalaman saya (yang tidak semuanya menyenangkan) sehingga kamu terhindar dari pengalaman buruk membeli ThinkPad bekas.
Model yang mana?
X Series - premium, light and thin laptop
- X1 Carbon - 14 inch, ringan, tipis dan paling premium secara keseluruhan. RAM disolder sehingga tidak dapat di-upgrade.
- X1 2-in-1 - X1 Carbon namun bisa dilipat layarnya.
- X1 Nano - Pada dasarnya X1 Carbon ukuran 13 inch. Paling ringan dan tipis (di bawah 1kg) namun sudah tidak diproduksi, berhenti digenerasi ketiga (processor Core i5-1340P - 1370P).
- X1 Extreme - X1 Carbon on steroid. Layar lebih besar (15-16 inch bergantung generasi) dengan GPU dedicated. Sudah tidak diproduksi, berhenti di generasi ke-5 (Core™ i7- 12700H - 12900H).
- X9 - Project Lenovo untuk keluar dari design klasik X1. Bisa dibilang hampir setara dengan X1 Carbon secara kualitas.
- X13 / X13s - Versi 13 inch dari X1 Carbon, namun tidak setipis dan seringan X1 Carbon. Kualitas build sedikit di bawah X1 Carbon.
T Series — mainstream business workhorses
- T14 / T16 - Versi di bawah X series, lebih tebal, lebih berat namun sangat tahan banting. Performa bisa lebih baik dari X1 Carbon karena memiliki thermal headroom yang lebih baik, akan tetapi biasanya datang dengan kualitas layar, speaker, dan perintilan lain yang lebih murah ketimbang X1 Carbon. Memiliki slot RAM sehingga kamu bisa upgrade di masa mendatang.
- T14s - Pada dasarnya versi premium dari T14, lebih ringan dan tipis, dengan material yang lebih premium seperti magnesium ketimbang polymer fiber glass campuran yang ada di T14.
P Series — mobile workstation
- P1 - Saudara kembar X1 Extreme dengan pilihan GPU yang lebih beragam. Karena P1 dan X1 Extreme pada dasarnya kembar, Lenovo akhirnya memutuskan untuk melebur keduanya ke dalam seri P1.
- P14s / P16s - Pada dasarnya T14 dengan konfigurasi CPU dan GPU yang lebih tinggi.
- P16 - PC versi laptop aka true workstation. Memiliki spesifikasi tertinggi akan tetapi sangat tebal dan berat.
L Series — entry-level business
- L14 / L16 - Sedikit lebih baik dari E series namun bukan model yang kamu sebaiknya cari dalam keadaan bekas.
E Series — small business / budget
- E14 / E16 - Seri termurah dari ThinkPad. Jujur saja saya tidak memiliki banyak pengalaman dengan seri E karena saya kurang suka dengan kualitas build-nya. Walaupun harus diakui harganya murah, diharga yang sama kamu bisa mendapatkan series E 1-2 generasi lebih baru jika dibandingkan dengan series X1 Carbon.
Z Series — Percobaan yang gagal
- Z13 / Z16 - Sebelum X9, ThinkPad mencoba untuk mengubah desain mereka secara drastis lewat seri Z. Berhenti di generasi kedua dan sudah tidak diproduksi. Menurut saya pribadi Z13 dan Z16 generasi ke-2 memiliki kualitas build lebih baik dari X1 Carbon, walaupun sedikit berat.
Semoga penjelasan di atas memberikan kamu gambaran tentang ThinkPad yang cocok untuk kamu, tapi jika kamu masih bingung, berikut rekomendasi saya:
- ThinkPad X1 Carbon: Tipis, ringan dan premium. Ini adalah Macbook Air-nya Thinkpad. Ini adalah pilihan saya untuk 90% orang.
- T14: Lebih murah, lebih berat dan tebal, akan tetapi memiliki slot RAM yang bisa di-upgrade. Jika kamu mengejar performa namun P1 dan X1 Extreme terlalu mahal ini adalah pilihan terbaik kamu.
- X13: Jika kamu benar-benar merasa 14 inch terlalu besar. Personally, saya tetap memilih X1 Carbon karena walaupun layarnya lebih besar tapi beratnya relatif sama.
- X1 Nano: Pilih jika kamu benar-benar ingin laptop yang sangat ringan (di bawah 1KG) dan premium, namun bersiap karena harga bekasnya juga lumayan. Untuk sekarang hampir tidak ada X1 Nano gen 2 dan gen 3 bekas di pasaran Indonesia, yang ada hanya generasi 1 saja.
- P1 atau X1 Extreme jika ingin layar 16 inch tapi tetap tipis dan relatif ringan.
Tipenya sudah, bagaimana generasinya?
Saran saya adalah minimum generasi yang menggunakan processor Intel Core generasi 10, seperti 10310U.
Beberapa orang bahkan masih menggunakan Intel Core generasi 8 (Core i5-8365U) dan bilang prosesornya masih baik-baik saja, dan mereka benar jika laptop hanya digunakan untuk browsing, email dan YouTube.
Tapi jika kamu baru akan membelinya maka kamu pastinya akan berharap menggunakan laptop ini 1-3 tahun mendatang dan processor generasi 8 sudah terlalu tua.
Rekomendasi saya adalah generasi 11, seperti 1145g7, seri 11 memiliki peningkatan iGPU yang lumayan sehingga game 2D ringan dan editing masih terbilang oke. Di tahun 2026 saya sendiri masih menggunakan 1145g7 untuk browsing, riset, blogging dan tidak ada tanda-tanda melambat.
Ini yang kamu harus ingat, seri tinggi (1145g7 vs 1185g7, misalnya) secara teori lebih kencang, tapi untuk kegiatan standard seperti browsing atau YouTube kamu tidak akan merasakan bedanya.
Jangan berpikir karena kamu beli bekas sebaiknya mengambil processor tertinggi supaya bertahan lebih lama.
Ingat kamu sedang membeli laptop bukan PC. Processor dengan core clock lebih tinggi menghasilkan panas dan menguras baterai lebih cepat. Apa yang juga akan mengiringi panas? Kipas. Buat apa membeli seri tertinggi dan mendapati kipas nyala cukup kencang ketika kamu hanya membuka YouTube.
ThinkPad juga mengalami perubahan desain seiring generasinya jadi perhatikan ini.
Sebagai contoh X1 Carbon Gen 8 memiliki layar 16:9, dan Lenovo mengubahnya menjadi 16:10 di generasi ke-9 ke atas. Saya secara pribadi bukan fans dari layar 16:9 karena fokus saya adalah produktivitas. Layar 16:9 sempurna untuk menonton, tapi 16:10 memberikan saya lebih banyak ruang vertical yang lebih lega.
Cari tahu masalah ThinkPad incaran kamu
Tidak ada yang sempurna, Apple melakukan banyak produk recall karena ada cacat produksi dan begitu juga dengan ThinkPad.
Sebagai contoh X1 Carbon Gen 9 memiliki masalah di Thunderbolt yang menyebabkan charging port via usb tidak bekerja (rusak permanen jika sudah terlalu lama tanpa update BIOS).
Walaupun pada akhirnya dirilis firmware baru untuk mengatasi hal ini, akan tetapi jika sudah rusak (hardware) maka firmware tidak akan ada gunanya. Untungnya saya selalu rajin update dan X1 Carbon Gen 9 saya selamat dari masalah ini.
P1 gen 2 memiliki masalah di pendinginan sehingga kipas akan berputar hanya dengan membuka browser. Z13 generasi memiliki masalah trackpad, ini adalah laptop yang menggunakan trackpad haptic pertama dan banyak pengguna melaporkan haptic mereka bermasalah, termasuk saya, sampai saya harus memesan trackpad extra dan menggantinya sendiri.
Lenovo memperbaiki masalah ini di Z13 generasi ke-2 dengan cara mengganti vendor yang membuat trackpad haptic ini.
Jadi coba lakukan riset terlebih dahulu minimal 30 menit mengenai model ThinkPad yang ingin kamu beli.
Berapa RAM yang saya butuhkan?
Beberapa model seperti T14, X1 Extreme, P1 dan banyak lainnya memiliki slot RAM yang dapat kamu upgrade sendiri, jadi kamu bisa mulai dengan 8GB jika terpaksa dan upgrade di masa mendatang. Akan tetapi beberapa, terutama yang sangat tipis seperti X1 Carbon dan X1 Carbon nano memiliki ram yang terintegrasi dan tidak dapat di-upgrade.
Jika hanya browsing dan konsumsi YouTube dan office sangat-sangat ringan seperti membuat surat di Google Doc, atau spreadsheet yang tidak lebih dari 1000 cell, maka sebenarnya 8GB masih cukup (apa lagi menggunakan Linux).
Tapi saran saya adalah minimal 16GB, ini akan cukup untuk kebutuhan kantoran berbasis web (Google Docs, Email, Sosmed) dengan belasan tab dan Spotify dan juga Slack berjalan di belakang.
Pilih prosesor yang menengah
Saya bisa bahas prosesor 5 lembar lebih dan mungkin akan saya lakukan di masa mendatang tapi untuk keperluan kita hari ini saya akan persingkat saja.
Lihat prosesor di bawah ini, semakin besar angkanya semakin cepat, dan kita pasti mau yang paling cepat kan?

Belum tentu. Semakin cepat processor, semakin boros baterai dan semakin panas laptop.
Apa lagi seri yang kamu beli adalah seri tipis seperti X1 Carbon atau X1 Carbon nano, sistem pendingin yang ada biasanya tidak cukup untuk menahan panas di sesi jangka panjang. Yang akan terjadi adalah laptop panas dan ujung2nya performa turun dan menyamai kelas di bawahnya.
Beberapa seri tertinggi juga sering kali pada dasarnya menggunakan processor yang sama dengan versi bawahnya namun di “overclock” dari pabrik, seperti kasus 13700H, 13800H dan 13900H yang memiliki spesifikasi yang sama persis namun clock yang lebih tinggi sedikit.
Apakah kamu akan merasakan perbedaannya ketika browsing, nonton atau office works? Tidak sama sekali untuk processor yang relatif baru.
Baru akan terasa ketika merender yang berat, dan itu pun hanya berlaku beberapa menit saja, karena seperti yang saya bilang processor akan panas, dan throttling (yang pada dasarnya adalah processor melambatkan dirinya sendiri untuk menjaga suhu di bawah 100 derajat) akan terjadi.
Ketika melambatkan dirinya sendiri, performanya bisa sama dengan processor di bawahnya. Kasus ini sering terjadi di seri X1 Carbon yang sangat tipis dan ringan, alasannya adalah karena memang tidak ada ruang dan bahan yang cukup untuk mendinginkan.
Biasanya saya pribadi akan membeli ThinkPad terbawah atau kedua dari bawah selama jumlah corenya masih sama persis.
Weird naming convention
Penjual ThinkPad di Indonesia memiliki naming convention yang aneh dan kadang mengecoh pembeli yang cukup baru dan tidak familiar dengan seri ThinkPad.
ThinkPad memiliki beberapa model seperti X1 Carbon, P1, atau T14. Bayangkan ini seperti Toyota yang memiliki beberapa model mobil seperti Agya, Yaris, atau Rush. Setiap model umumnya dirilis setiap tahun, sebagai contoh X1 Carbon generasi 1 dirilis pada tahun 2012, generasi 2 dirilis pada tahun 2014, generasi 3 di tahun 2015 dan seterusnya.
Ketika tulisan ini dibuat X1 Carbon telah dirilis dan disebut sebagai ThinkPad X1 Carbon 14 (yang berarti generasi ke-14).
Sekarang mari kita lihat dua contoh nyata bagaimana penjual memberi nama di Tokopedia.
- Laptop ThinkPad X1 Carbon 9th Core i5/i7 Gen 11
Keanehan pertama adalah banyak penjual menggunakan 9th atau 10th, seharusnya secara umum bisa disebut Gen 9 atau Gen 10 saja. Selain itu keanehan kedua adalah kata Gen malah digunakan untuk generasi prosesornya dan bukan ThinkPadnya.
- Lenovo ThinkPad X1 Carbon Core i7 Gen 10th RAM 16GB SSD 256
Dicontoh kedua terdapat keterangan Gen 10th so kamu akan berasumsi bahwa ini adalah ThinkPad X1 generasi ke-10 tapi jika kamu lihat spesifikasinya Processor Core i7-10610U( 8 CPUs ) maka kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya yang generasi 10 adalah processornya, sedangkan ThinkPad X1 nya sendiri adalah generasi ke-8.
Kamu bisa mengetahui ini dengan cara mengetik ThinkPad X1 Gen 8 psref, dan klik hasil pertama. Di PDF tersebut scroll ke bagian CPU dan kamu akan menemukan 10610U.
Jadi jika target kamu adalah ThinkPad generasi ke-10, maka pastikan processornya juga sesuai dengan mengecek psref. Jangan ragu bertanya kepada penjualnya dan bersiaplah untuk mendengar bahwa mereka sebenarnya tidak tahu dengan detil apa yang mereka jual.
Cek kualitas layar
Walaupun ThinkPad adalah laptop yang mahal, akan tetapi anehnya mereka memberi kamu pilihan untuk menggunakan layar yang kurang bagus, cenderung lebih redup dan warna kurang keluar (vivid). Opsi ini diberikan untuk kantor yang benar-benar ingin menekan biaya pembelian laptop.
Tapi perhatikan bahwa pengguna dapat memilih tipe layar mereka dan ini tidak random.
Lihat contoh pilihan layar di bawah ini

Untuk seri T14 gen 3 terdapat 6 pilihan layar, mulai dari resolusi FHD sampai dengan 4K. Lihat baris pertama, 300 nits brightness (yang cukup untuk dalam ruangan, tapi tidak untuk luar ruangan) dan 45% NTSC.
Singkatnya adalah kamu sebaiknya menghindari 45% NTSC karena warnanya tidak akan secerah jika dibandingkan layar dengan 100% sRGB.
Kabar buruknya adalah jikapun sang penjual ingin memberitahu kamu, mungkin mereka tidak bisa karena tidak mengerti caranya. Kebanyakan hanya mengetik FHD tapi tidak ada keterangan apakah ini FHD 45% NTSC atau 100% sRGB.
Sebenarnya ada cara untuk mengetahuinya secara online.
Pertama dapatkan serial number atau model number. Jika penjual tidak ingin memberi serial number, maka model number bisa didapatkan dengan cara meminta screenshot dxdiag.
Kunjungi tautan ini dan masukkan serial number atau model number di kotak pencarian.
klik purchase parts dan display dan kamu akan menemukan informasi layar kamu.

Tapi tentu saja jika sudah diganti oleh penjual atau pemilik sebelumnya maka spesifikasinya mungkin berubah. Ada kemungkinan seperti itu tapi cukup tipis.
Baterai dan charger yang tidak ori
Kebanyakan unit yang beredar di e-commerce adalah barang non-Indonesia. Kamu bisa cek sendiri dengan memasukkan serial number di sini dan liat lokasi ship to. Hipotesis saya adalah ketika barang ini datang ke Indonesia mereka tidak mengirimkannya dengan baterai dan charger, jadi biasanya diganti dengan yang KW.
Penjual mungkin akan bilang ORI OEM atau jargon-jargon lain. Saran saya adalah anggap saja KW kualitas rendah karena dari 10++ ThinkPad yang saya beli nyatanya memang demikian.
Sebagai pembanding baterai dan charger asli ThinkPad X1 Carbon X9 totalnya mencapai 4 juta rupiah. Mana mungkin penjual menggantinya dengan yang asli, jika pasaran ThinkPad X1 Carbon Gen 9 adalah 8 juta maka mereka perlu menjualnya dengan harga 12 juta.
Baterai dan charger KW di sisi lain bisa didapatkan dengan harga Rp 750.000 (untuk keduanya).
Secara umum menggunakan baterai dan charger KW sebenarnya relatif aman (walaupun ada beberapa cerita horor), hanya saja performanya tidak akan sesuai harapan. Charger umumnya rusak dalam waktu 2-4 bulan dan baterai mungkin hanya bertahan 3 bulan.
Masalah umum yang terjadi dengan baterai adalah voltage drop. Baterai KW mungkin memiliki kapasitas yang sama akan tetapi amperage yang berbeda jadi walaupun katakan sama-sama 70Wh tapi yang KW akan tersendat ketika laptop meminta daya yang tinggi untuk kerja keras untuk waktu yang lama.
Masalah ini lebih jarang terjadi jika kamu hanya pakai browsing saja karena permintaan daya cukup rendah maka baterai KW, mungkin akan baik-baik saja.
Saran saya adalah jika memang unit yang kamu dapatkan masih sangat bagus, silahkan berinvestasi baterai original dengan menghubungi Lenovo langsung, mereka akan menjualnya untuk kamu.
Sedangkan untuk charger, beli GaN charger USB-C jika memang laptop kamu dapat dicharge oleh USB-C seperti ThinkPad T14 atau ThinkPad X1 Carbon. Jika laptop kamu menggunakan slim TIP charger maka kemungkinan besar tetap dapat dicharge dengan USB-C akan tetapi akan mengalami penurunan performa di watt yang tinggi.
Sebagai contoh ThinkPad P1 Gen 6 menggunakan charger sekitar 130W sampai dengan 230 watt. Sedangkan USB-C paling mentok mengisi di 100 watt. Pertama kamu akan mendapatkan peringatan bahwa charger kamu lambat (yang sebenarnya tidak terlalu tepat karena 100 watt juga sudah cepat dan malah baik untuk baterai secara jangka panjang).
Kedua ketika laptop bekerja keras maka mungkin kecepatan tertingginya akan dipotong karena daya yang tersedia tidak cukup, mungkin laptop akan mengambil daya extra dari baterai dan jika ini terjadi maka kamu pada dasarnya sedang menguras baterai walaupun terhubung dengan USB-C charger 100 watt.
Jelas ini tidak terjadi ketika kamu hanya browsing saja, saya sedang membicarakan export render 4K dengan banyak layer dan durasi lebih dari 30 menit.
Gunakan grace period toko online
Beberapa ecommerce akan memberikan kamu periode untuk komplain, seperti 7 hari atau 5 hari. Gunakan waktu ini untuk menjajal ThinkPad kamu. Tidak perlu terintimidasi oleh pesan dari seller yang meminta kamu langsung klik terima pesanan atau bahkan mengancam garansi hangus.
Jika penjual mau berjualan dia harus tunduk dengan syarat dan ketentuan platform tersebut. Lalu bagaimana jika setelah 7 hari rusak dan penjual menolak karena kamu tidak langsung klik terima barang? Ya itu resiko beli barang bekas.
Tapi:
- Yang lebih kritis adalah 7 hari pertama, jika kamu menemukan gejala yang aneh maka kamu dapat melakukan retur yang “seharusnya” dilindungi oleh platform.
- Sejujurnya banyak juga penjual yang walaupun kamu kasih bintang 5 dan selesaikan pesanan secara cepat, akan mengalami amnesia ketika kamu komplain. Tahu dari mana? Saya membeli laptop bekas sudah lebih dari 10 unit dalam 2-3 tahun terakhir, 3 penjual mengalami amnesia, tidak menemukan invoice saya (lah), atau lupa balas pesan komplain saya walaupun setiap hari saya hubungi.
- ThinkPad relatif awet dan tahan banting, jadi walaupun resiko rusak ada, tapi tidak sesering laptop kelas konsumen.
- Ada banyak tempat servis ThinkPad dan sparepart-nya salah satu yang paling banyak di Indonesia. Kamu bahkan masih bisa menemukan baterai T480 di Tokopedia dan jumlahnya cukup banyak.
Perihal Nego
Nego boleh tapi jangan buang waktu kamu dan penjual dengan menawar laptop harga pasaran 6 juta di 3 juta. Gunakan akal sehat. Panduan nego dari saya adalah sekitar 3% dari harga jual.
Dan jangan langsung nego di awal, pastikan dulu spesifikasi dan lain-lain sudah sesuai yang kamu butuhkan, baru nego. Dari 10 pembelian terakhir, saya biasa mendapatkan potongan setelah nego di 1-5%.
Jangan berasumsi bahwa foto di toped adalah barang yang akan kamu dapatkan.
Penjual biasanya memiliki lebih dari 1 unit dan yang dia jadikan foto adalah unit terbaik yang dia punya dan mungkin sudah terjual 1 tahun yang lalu. Selalu minta foto unit yang akan dikirimkan dan jika dimungkinkan video.
Waktu adalah teman terbaik kamu
Jika penjual enggan untuk memberikan keterangan yang kamu butuhkan, just walk away. Kamu tidak perlu menanggapi dan meresapi secara emosional kata-kata penjual seperti, ini barangnya super sekali bos, atau dijamin 98% atau segala kalimat subjektif lainnya.
Kamu dan penjual memiliki standard yang berbeda, 98% dia dengan 70% kamu bisa saja sama. Meminjam kata-kata dari komunitas blockchain, dont trust, verify. Tidak perlu percaya kata-kata penjual, verifikasi saja lewat gambar dan video.
Ketika barang sudah sampai
Hal pertama yang kamu cek adalah BIOS
Ingat tadi saya bilang hampir semua ThinkPad di ecommerce adalah barang eks-korporat? Nah, ada satu warisan dari kantor lama yang bisa bikin kamu pusing: Supervisor Password (SVP).
Pada dasarnya ini adalah kunci di BIOS yang mencegah kamu mengubah setting BIOS. Biasanya ini diterapkan oleh divisi IT untuk membuat laptop lebih aman. Jika kamu menemukan bahwa BIOS kamu terkunci, lupakan hal lainnya, langsung komplain dan minta ganti unit.
Masih ada satu lagi temannya, namanya Computrace (atau Absolute). Ini software anti-maling level firmware yang dipasang perusahaan supaya laptop bisa dilacak atau dikunci dari jauh kalau hilang.
Masalahnya, kalau statusnya masih "Activated" dan permanen, ada kemungkinan unit itu masih terdaftar sebagai aset perusahaan asalnya.
Cara ceknya adalah nyalakan laptop, dan ketika logo Lenovo muncul, tekan F1, kamu akan masuk ke dalam BIOS. Ada dua hal yang kamu perlu periksa:
- Tidak ada prompt password saat masuk BIOS. Kalau diminta password, artinya SVP masih aktif. Walk away.
- Cari menu Security, lihat status Computrace. Idealnya "Disabled" atau minimal "Not Activated". Kalau "Activated" dan tidak bisa diubah maka minta ganti.
Jangan salah sangka, jika BIOS terkunci dan Computrace aktif, kamu tetap dapat menggunakan laptop secara normal, akan tetapi sewaktu-waktu ketika kamu lagi asik browsing, laptop bisa tiba-tiba restart dan BIOS meminta password, atau bahkan seluruh laptop direset secara remote.
Beberapa penjual tidak akan ngerti kamu ngomong apa ketika minta cek ini, dan itu wajar. Tapi beberapa mungkin mengerti jadi tidak ada salahnya kamu bertanya apakah BIOS unlock atau tidak.
Install ulang Windows kamu di hari ke-4
Kita tidak tahu Windows versi apa yang dipasang oleh sang penjual dan sebaiknya kamu melakukan install ulang dengan media yang kamu buat sendiri dan kamu unduh langsung dari Microsoft.
Ada kemungkinan Windows yang dipasang datang dengan malware, yang bahkan tidak diketahui oleh sang penjual. Apa lagi jika Windows datang dengan aplikasi bajakan, that is just big no. Kamu sedang bermain api.
Bagaimana jika salah satu software bajakan ternyata mengirimkan semua data pribadi kamu ke sebuah server tidak dikenal?
Saya pribadi selalu langsung booting Linux dari flash drive untuk melakukan testing dan jikapun saya tidak dapat melakukannya, saya akan booting Windows bawaan dan menghubungkan wifi dengan smartphone selama testing.
Ada potensi keamanan jika Windows bawaan sudah terkontaminasi dan kamu hubungkan langsung dengan wifi rumah kamu, bisa saja malware berpindah ke PC di jaringan kamu.
Tetapi jangan langsung install ulang di hari pertama sampai ketiga. Saran saya adalah selama tiga hari pertama adalah hubungkan wifi ke hotspot smartphone kamu dan jangan login apa-apa seperti email atau tools lainnya. Tugas kamu adalah melakukan testing selama tiga hari dan mematikan hardware bekerja dengan baik.
Ini karena jika ada masalah dan kamu harus menukarnya, penjual bisa saja berdalih bahwa mereka tidak bertanggung jawab terhadap proses instalasi Windows yang kamu lakukan sendiri.
Kebanyakan ThinkPad datang dengan serial number tertanam, kamu sebaiknya melakukan ekstraksi serial key dengan cara ini dan lalu ketika install ulang gunakan kembali serial key tersebut, sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun.
Pengecekan Laptop menyeluruh
Singkatnya kamu dapat menggunakan check list saya dan mereplikasinya. Lihat salah satu listing saya dan lakukan cek yang sama, seperti Geekbench, atau tes layar, suara, seluruh port, sampai dengan suhu.
Berikut beberapa software gratis yang bisa kamu gunakan:
BIOS aman dan tiga hari telah berlalu, sekarang apa?
Install ulang Windows (kecuali kamu beli dari PriLuv, karena saya bahkan menginstall Windows dalam keadaan airgap), lalu update semua driver lewat aplikasi Lenovo Vantage (dapatkan lewat Windows Store).
Catatan: Lenovo Vantage hanya dapat bekerja jika Windows sudah diaktivasi, dan jika kamu menggunakan serial number asli dan terhubung ke internet, seharusnya Windows kamu sudah aktif dalam 10 menit pertama setelah booting.
Ganti Thermal paste
Thermal paste adalah pasta yang menempel di antara processor dan juga heat sink (pendingin). Umumnya thermal paste bertahan 2-4 tahun tergantung seberapa sering laptop menyala (dan di suhu berapa).
Thermal paste yang tidak diganti dalam waktu yang lama akan mulai mengeras dan konduktivitas menurun jauh, suhu panas processor tidak akan berpindah ke heatsink dengan optimal, sehingga processor akan lebih panas.
Jika laptop ThinkPad yang kamu ingin beli sudah dirilis lebih dari 3 tahun yang lalu, saya bisa katakan bahwa sebaiknya kamu mengganti thermal pastenya. Kamu bisa tanya kepada penjual apakah sudah diganti, tapi balik lagi mereka bisa jujur bisa tidak, atau bisa bilang tidak tahu.
Amannya langsung bawa ke tempat yang bisa membantu mengganti thermal paste atau lakukan sendiri. Lenovo merilis video untuk setiap varian ThinkPad tentang bagaimana mencopot dan memasang heatsink, akan tetapi ini tetap akan membutuhkan sebuah keahlian.
Trackpad dan Keyboard “Berminyak”
Sebenarnya yang terjadi di sini bukanlah minyak. Keyboard dan trackpad dibuat sedikit bertekstur sehingga tidak licin. Jari kamu pada dasarnya adalah amplas yang sangat halus, yang lama-lama mengikis permukaan bertekstur ini, sehingga lama-lama menjadi sangat halus dan memantulkan cahaya alias mengkilat “berminyak”.
Untuk trackpad ada yang namanya stiker trackpad yang jika kamu pasang dengan rapi dan benar, akan membuat trackpad terlihat seperti baru. Sedangkan untuk keyboard ada juga sticker namun tidak terlalu banyak penjualnya, dan mungkin model ThinkPad kamu tidak tersedia.
Di ecommerce juga ada yang menjual keyboard pengganti, akan tetapi proses mencopot keyboard merupakan salah satu yang paling rumit karena kamu pada dasarnya harus membuka semua komponen untuk mencapai keyboard yang terletak paling belakang.
Harga unit bukan harga akhir
Ini bagian yang sering dilupakan pembeli pertama kali. Kamu lihat ThinkPad bekas dipajang 6 juta, kamu pikir ya sudah keluar 6 juta. Padahal harga di etalase itu baru harga masuk, belum harga jadi.
Ada beberapa komponen yang mungkin kamu harus beli:
- Baterai. Seperti yang sudah saya bahas, baterai bawaan kemungkinan besar KW. Jika kamu beruntung baterai mungkin akan baik-baik saja dalam setahun pertama (apa lagi jika pemakaian ringan). Tapi siapkan budget emergency untuk pergantian baterai.
- Charger. Charger KW biasanya tewas dalam 2–4 bulan. Daripada kamu membeli KW dan rusak lagi dalam waktu dekat, sebaiknya kamu membeli GaN charger merek yang umum seperti Ugreen.
- Thermal paste. Kalau unitnya rilis di atas 3 tahun lalu, anggap saja wajib repaste. Bawa ke tukang servis mungkin akan menghabiskan sekitar 50-100 ribu. Kamu juga dapat menggantinya sendiri jika kamu berani.
- SSD / RAM. Di zaman AI ini para penjual cenderung memasang SSD dan RAM terkecil untuk membuat harga jual murah. Kamu mungkin perlu melakukan upgrade SSD lebih cepat daripada RAM karena SSD lebih cepat rusak.
Saya bukan ingin menakut-nakuti, tapi saya ingin kamu memiliki dengan ekspektasi yang benar. Hitung total cost of ownership-nya dulu sebelum tergiur harga murah. Kadang unit yang dijual lebih mahal dengan audit yang baik dapat berarti lebih murah dalam jangka panjang.
Mungkin pertimbangkan Linux?
Yang satu ini bukan kewajiban tapi sebuah pilihan hidup. Kebanyakan hardcore fan ThinkPad akan menyarankan kamu untuk menggunakan Linux.
Saya tidak akan sebut ini sebagai wajib walaupun semua ThinkPad saya menggunakan Linux. Biar saya beri tahu kamu apa keuntungan Linux dari sudut pandang pengguna baru.
- Kipas lebih jarang terdengar dan baterai bertahan lebih lama, ini karena Linux tidak bekerja keras mengumpulkan segala gerak-gerik kamu dan mengirimkan data ke server yang kamu tidak tahu.
- Tidak banyak proses yang berjalan di belakang secara default.
- Linux menggunakan RAM lebih sedikit daripada Windows. Ini kita sedang membicarakan os bawaannya dengan setting default yah.
- Bisa kamu hias hampir sesuai imajinasi kamu. Termasuk memindahkan tombol start, membuatnya seperti Mac, personalisasi di sini benar-benar dapat terjadi.
- Sepanjang pengetahuan saya hampir sebagian besar ThinkPad tersertifikasi Linux, sehingga Linux akan bekerja normal di instalasi pertama.
Akan tetapi, proses belajar Linux bisa cukup panjang (yang sebenarnya sekarang sudah sangat mudah dengan AI, cukup tanya saja) dan laptop-laptop baru mungkin masih memiliki masalah kompatibilitas.
Sebagai contoh laptop x9-14 saya yang sebenarnya tidak terlalu baru saja kameranya masih tidak nyala di Ubuntu, saya perlu patch kernel sendiri sehingga menyala dan itupun post processingnya tidak sebaik Windows. Secara umum kualitas suara juga cukup berbeda di Linux karena biasanya di Windows terbantu oleh Dolby Atmos.